Calvin kembali masuk ke dalam rumah. Dihempaskannya tubuhnya di atas sofa ruang tamu sambil menghelakan napas dengan berat. “Sialan! Kenapa Aruna harus pulang tiba-tiba begini!” kepalan tangannya memukul keras tangan sofa tempat dimana dia duduk. Nora melihat dari lantai dua. Setelah berpakaian dengan lengkap, Nora keluar dari kamar dan melihat situasi yang terjadi di lantai satu. Nora menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis melihat Calvin yang sedang meluapkan kekesalannya. Nora melangkahkan kakinya menuruni anak tangga dan berjalan mendekati Calvin. “Dia sudah pergi?” tanya Nora dengan nada bicara dan ekspresi seolah sangat polos dan lugu. “Sudah,” jawab Calvin singkat sambil memegangi kepalanya yang mulai sakit. “Siapa laki-laki yang bersama Aruna tadi? Apa dia pergi berli

