Aruna tertidur pulas setelah Keenan kembali ke rumah sakit. Aruna telah merasa lebih baik setelah Keenan memberikan terapi infus dan obat-obatan melalui infusnya. Terdengar suara pintu rumahnya sedang dibuka oleh seseorang dan mulai menaiki tangga rumahnya. Langkah kaki itu terdengar semakin mendekati kamar Aruna. Pintu kamar Aruna terbuka perlahan. Sebuah kepala dengan pelan masuk dan melihat ke arah dalam ruangan itu. Setelah itu sesosok orang dengan langkah mengendap berjalan mendekati Aruna yang sedang bergumul dengan mimpinya. “Ada apa ini? Apa dia sedang sakit? Sejak kapan?” Seseorang itu terus berjalan lebih dekat dengan Aruna. Dia ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan Aruna. Namun begitu dia hampir mendekati tempat tidur Aruna, taanpa sengaja kakinya menyenggol baskom yang a

