77

1215 Words

“Kalau aku kangen sama Kak Pus, gimana?” Oliv sedih sebentar lagi akan ditinggal Puspa. Dengan sedih dia memasukkan baju-baju Puspa ke dalam koper, mirip seperti seorang istri nelangsa akan ditinggal suaminya yang tentara bertugas ke medan perang. Pupa memutar bola mata malas. “Jangan lebay, deh, Liv. Belum pentu juga aku jadi merantau, bisa jadi Cuma seminggu sudah pulang lagi.” “Halah, aku tahu Kak Pus bohong,” cibir Oliv. “Dalam hati sebenarnya Kak Pus sudah mantap dan siap mau pindah ke Jakarta, kan? Buktinya, kalau enggak Kak Pus apa pindahin semua barang-barang ke rumah aku.” Puspa menyengir, ucapan Oliv tidak sepenuhnya salah. Walau masih menyebut kepergiannya sebagai liburan, Puspa sebenarnya telah mempersiapkan diri jika seandainya ternyata ia betah. Entah lah, seja obrolannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD