93

1445 Words

“Iya, bereskan saja semuanya,” ujar Gahar, berbicara pada staff restoran di mana ia telah melakukan reservasi untuk dirinya dan Puspa. “Bunga?” gumam Gahar saat staff sebut bertanya apakah bunganya juga disingkirkan. “Saya akan kirim alamat, tolong kirim ke sana.” “Kak, kenapa nggak langsung masuk?” Suara teguran Celine membuat Gahar segera mengakhiri teleponnya. Ada Celine di depan pintu, tampak elegan dengan dress selutut warna salem. “Iya, angkat telepon sebentar,” jawab Gahar sekenanya. Namun tangannya bergerak cepat mengetikkan sederet alamat dan mengirimkannya ke kontak restoran tersebut, sebelum kemudian berjalan menghampiri Celine. Gahar tidak bisa menolak lebih jauh ketika papanya sendiri yang menelepon, menyuruhnya untuk datang ke rumah keluarga Celine. Maka di sini lah G

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD