75

1145 Words

Pikiran Puspa kosong sesaat setelah sambungan teleponnya dengan Gahar terputus. Sungguh, benarkah Gahar tadi melarangnya? Bahkan Gahar menjawabnya spontan seolah merasa itu bukan sesuatu yang perlu dipikirkan lebih dulu.Jawaban Gahar itu jelas sangat tak terduga, di saat Puspa sangat yakin Gahar akan berseru senang dan kebekuan di antara mereka akan mencair. Namun, apa itu tadi? Benarkah Gahar menolaknya? Kalau sudah begini, Puspa harus bagaimana? "Pus, katanya kamu mau resign, ya?" Gita menepuk pundak Puspa dengan heboh. "Hah? Kok kamu bisa tahu?" Terang saja Puspa terkejut, pasalnya ia belum memberi tahukan rencananya itu pada siapapun selain supervisornya. Itupun baru sebatas omongan lisan, Puspa hanya mengatakan ia berencana resign, bukan menyatakan resmi ingin mengundurkan diri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD