90

2708 Words

Puspa saat ini sedang berada di sebuah sebuah toko perabot rumah tangga super lengkap milik perusahaan asal Swedia, konon semua kebutuhan rumah di sini ada. Gahar menyeretnya ke sini begitu dia pulang kerja, katanya ada banyak yang harus dibeli padahal Puspa merasa sudah cukup. Ia sudah membeli alat-alat kebersihan beserta tempat sampah, seprei, selimut, juga korden kamar. Tapi Gahar tetap memaksanya, seolah-olah kost itu dia yang akan menempati. Dengan pasrah Puspa mengekor di belakang Gahar, lelaki itu berjalan di depannya sambil mendorong troli. “Suka yang warna apa?” Gahar menunjukkan dua warna mug di kedua tangannya, menyuruh Puspa memilih salah satunya. “Hitam saja.” “Yang pink saja ya, terus biru ini buat aku.” Puspa menganga tak percaya. “Terus nggapain suruh aku milih kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD