121

2421 Words

Gahar sedang berada di ruang kerjanya, ketika pintu ruangannya dibuka dari luar tanpa pemisi dan sejurus kemudian Prisil masuk. "Sudah dengar kabar tentang Celine?" ujarnya tanpa salam ataupun sapa. "Memangnya ada apa lagi?" tanya Gahar diiringi desahan berat, walau sebenarnya tak ingin tahu. Sayangnya, ia harus tahu. "Dia off dari social media. Kamu bikin dia depresi lagi." Gahar menghela napas panjang dan mengalihkan pandangannya dari layar komputer, beralih memberi perhatian penuh pada sang kakak. "Terus? Aku harus menikahi dia biar dia sembuh, begitu? Yakin dia akan sembuh?" balas Gahar sinis. "Udah nggak ada yang suruh kamu menikahi dia, papanya Celine sudah nggak sudi punya menantu kamu. Bahkan, kalau bukan karena Papa yang memohon-mohon, papanya Celine pasti sudah menuntut kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD