Elle berbalik menatap Cass dan mendorongnya masuk ke kamar mandi. “Kamu sembunyi dulu,” bisiknya. Cass melotot, “Kenapa?” “Ah, sembunyi saja dulu…” Elle setengah memaksanya. “Tidak,” Cass menolak keras. “Ah, please,” Elle seperti setengah memohon. “Tolong.. Ya?” ia menatap lelaki di hadapannya dengan mata bulatnya yang bak boneka. “Ahh…” Cass berubah luluh dengan mudah. Mata indah Elle berhasil membujuknya. Akhirnya, ia dengan sukarela bergerak ke kamar mandi. Setelah memastikan Cass masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya, Elle kemudian merespon ketukan Fabian. “Sorry, aku baru bangun. Tidurku nyenyak sekali,” jawabnya. “Kamu bisa sarapan duluan dan tunggu saja di paviliun.” “Ok,” Fabian celingukan. “Ke… Kenapa?” Elle gugup. “Tidak. Tadi aku seperti mendengar suara

