Elle tidak menjawab sepatah katapun. “Brielle, bicara please… Jawab pertanyaanku,” Cass membelai rambutnya dengan lembut. Lagi lagi, ia diam membisu. “Atau aku bawa kamu sekarang juga masuk kapal,” Cass bersiap membopong tubuh Elle. “Ah jangan,” Elle memberengut. “Aku marah kamu tadi main angkut aku ke sini,” Elle menunduk. “Aku tidak suka. Kamu seenaknya.” Cass tersenyum. Tangannya mengusap pipi Elle yang memerah, “Matahari semakin terik Brielle. Pipimu sudah memerah. “Selain itu, tubuhmu terekspos begini. Bagaimana kalau terbakar? “Di sini lebih teduh. “Kamu tidak mungkin pindah dengan sukarela kalau aku memintamu.” Elle merasakan perutnya berdesir mendengar penjelasan lelaki di hadapannya. Kenapa kamu baik dan perhatian? “Pulang ke Jakarta bersamaku ya? Ok?” Cass mengul

