Flash Back 4

1095 Words

"Oke stop!" seru Terry. Tangan kirinya terlepas dari kemudi. Ia lantas membekap mulut Alya yang semula tengah tertawa lepas. Rasanya tak adil bagi Terry, jika Alya hanya bercerita bagaimana ia bisa kalah oleh seorang perempuan. Namun sesaat kemudian, Alya melepaskan tangan Terry dari mulutnya. "Ihhh ngapain sih lo! Gue kan lagi cerita. Malah lu bekep bekep segala!" gerutu Alya. Gerutu sembari menahan tawa lebih tepatnya. "Skip aja bagian itu lah," pinta Terry dengan pasrah. Alya tersenyum menggoda. Ia tahu, Terry pasti malu jika harus mengakui kalau dia sempat kalah oleh perempuan yang dikiranya lemah. "Ahhhhh ... gue tahu. Lo cuma malu kan, buat ngakuin kalau dari pertama kita ketemu aja, aura kecenya seorang Alya itu udah nggak bisa diragukan lagi. Lo tenang aja. Nggak ada siapa-s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD