46

1113 Words

     Biya menarik nafas lesu entah untuk yang keberapa kalinya. Biya merasa asing dengan dirinya sendiri. Biya gampang mengabaikan sesuatu kini di buat terganggu dengan hilangnya kabar Rafa. Biya pun merasa kesal pada Rafa yang kayanya akan mengabarinya tapi hingga dua hari Rafa tak kunjung menghubunginya. Biya mengusap tangannya yang tiba - tiba merinding, kelakuannya benar - benar aneh pikirnya ngeri. "Kenapa? Sibuk sendiri.." Baim merangkul Biya. Biya berdecak sebal."Lepas! Mau gue tinju perut lo?" ancamnya. Baim mendengus."Gue kira semenjak lo kecewean gini, sikap urakan lo juga berubah jadi anggun.." keluhnya. Biya mengabaikannya lalu melirik Maudy yang tengah melahap baksonya dengan asyik dan sibuk sendiri. "Gue mau bakso, pesenin gih.." pinta Biya seraya menyikut pelan lengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD