Waktu berjalan begitu cepat. Kini akhirnya Zavia diperbolehkan pulang karena kesehatannya sudah pulih. Iresh tampak sedang membereskan barang pribadi sahabatnya yang hendak dibawa pulang. Dengan dibantu Awan kedua sepupu itu tampak berbincang ringan. “Kamu beneran mau menikah dengan pria kaya itu?” tanya Awan dengan tiba-tiba. Sejak kemarin otaknya masih sibuk mencerna kabar yang disampaikan oleh Ishan. Bagaimana bisa Iresh tiba-tiba mengambil keputusan besar di dalam hidupnya. Dia sangat yakin jika ada yang tidak beres di balik keputusan sepupunya itu karena yang dia tahu Iresh itu sangat realistis dan memikirkan segala sesuatunya terlebih dahulu dengan matang. “Iya … emangnya kenapa?” tanya Iresh balik. Dia tahu jika ada sesuatu yang sedang mengganjal pikiran sepupunya. Namun, di

