Tuan Joe

1538 Words
Semua pelayan disana nampak terkejut melihat Joe yang menatapi Fay seperti itu, Fay pun tersentak saat tahu Joe kini menatap nya tajam. “Ma-maaf tuan” gerutu Fay sangat gugup dan segera menyelesaikan minuman yang sedari di pesannya ia pun mencari botol baru untuk memberikan minumannya pada Joe Namun seseorang kini menghentikan langkahnya, Fay dipegangi tangannya oleh seseorang dan kini menatapi nya sinis padanya “Biar aku yang melakukannya! Kau diam saja! Kau masih baru disini dan kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi. Biar aku yang melakukan ini untuknya” gerutu pelayan berlipstik merah menyala itu “Ba-baik, tolong lepaskan tanganmu! Sakit” lirih Fay menunduk Wanita itu melepaskan Fay dengan mendorong tangannya kasar hingga hampir membuat Fay terjatuh namun pertahanan Fay masih sangat kuat “Hey!” tegas Joe membuat semua pelayan itu kini menatapi Joe takut karena sentakan Joe “Hah” begitu pun dengan Fay yang sangat semakin bingung dengan keadaannya saat ini Semua pelayan menunduk dan diam diam menatapi Joe takut “Jangan coba melakukan kekerasan di depan ku! Dasar jalang!” ujar Joe menatapi wanita yang telah memperlakukan Fay dengan kasar itu “Ba-baik tuan maaf, ta-tapi itu perintah boss Tiger jika siapapun bekerja lalai maka kami harus memperingatkannya dengan kasar” lirih wanita itu dengan tatapan takut Fay terlihat menunduk takut, ia takut jika apa yang dipikirkannya saat ini benar. “Kenapa aku merasa tuan Joe dan tuan Tiger sama sama memperlakukan ku dengan aneh?” pikirnya takut “Kau! Orang baru disini kan? Cepat buatkan!” perintah Joe kini menatapi Fay dengan tatapan sinis padanya sama dengan pada semua orang Fay membuyarkan lamunannya dan kini mengangguk pelan segera membuatkan pesanan Joe “I-ini tuan” lirih Fay dengan gemetar memberikan segelas minuman itu tepat di depan meja Joe “Oke, aku sewa kau malam ini” ujar Joe menatapi Fay dengan tersenyum tipis padanya Fay memelotot ia tidak mengerti apa maksud kata dari sewa padanya kali ini, tapi satu hal yang kini terlintas di kepalanya. “Apa? Tu-tuan benar?” gerutu beberapa pelayan yang terlihat tidak percaya “Kenapa memangnya?” tanya Joe menatapi pelayan pelayan itu datar Pelayan pelayan itu menunduk kembali “Tapi tuan dia adalah pelayan baru, tuan Tiger juga belum memberi konfirmasi tentang gadis ini selain menjadi pelayan jadi tunggu tuan Tiger datang dulu saja” lirih salah satu dari mereka menjelaskan “Aku akan bayar berapa pun untuk dia! Soal Tiger? Bisa kutangani, akan kukasih juga kalian masing masing cek!” jelas nya lagi menatapi semua pelayan itu serius Tentu saja hal itu membuat semua pelayan saling tatap menatap tidak percaya “Yang benar tuan?” “Iya tentu saja, siapkan dia dan bawa padaku” senyum Joe lagi tipis kini menatapi Fay yang terlihat sangat ketakutan “Tapi tuan bagaimana jika tuan Tiger marah besar pada kami?” tanya salah satu dari mereka Joe menatapi semuanya dengan tenang “Kalian takut di pecat? Jika memang di pecat, Akan kuberi pekerjaan di bar ku dengan gaji dua kali lipat” jelasnya santai Semua pelayan saling menatap satu sama lain “Setuju! Baik tuan” teriak mereka dengan senyuman yang mengembang “Kalian siapkan! Saya akan tunggu di kamar 199” datar Joe yang kemudian kini pergi dari sana dan menuju ke lantai atas “Ya tuhan.. apa mungkin aku akan?” lirih Fay dalam hatinya yang perlahan menatapi kepergian Joe dengan tatapan penuh ketakutan dengan deru nafas yang kian meningkat Semua pelayan mengangguk dan segera membawa Fay dari sana “Aku mau dibawa kemana?” gerutu Fay dengan nada yang sangat ketakutan “Diam! Ternyata kau ini benar benar membawa untung bagi kita” senyum Angele yang kini menatapi Fay dengan tersenyum puas Fay mengerutkan keningnya menatapi wanita bermake up menor itu “Hey! A-apa yang akan kalian lakukan?” lirihnya dengan sorot matayang berbinar penuh ketakutan “Sudah Angele katakan bukan? Kau harus diam Fay! Hah” teriak satu lagi yang kini menatapi Fay benci Sementara itu satu pelayan yang mengikuti mereka bertiga terlihat memancarkan sorot mata misterius pada Fay “Apa dia salah satunya yang bisa membantu ku? Dia pilihan boss Tiger dan sekarang dia terlihat disukai oleh tuan Joe. Apa dia bisa membantu ku untuk memecahkan semuanya? Hah, jika benar! Aku harus segera melakukan sesuatu. Percuma saja jika aku rela bekerja di tempat kotor ini selama ini? dan memohon mohon pada boss sialan itu untuk bekerja disini demi mengungkap kasus mengerikan itu” lirihnya dalam pikirannya “Aku Sarah Emilton, anak dari Bill Emilton yang belasan tahun berlalu meninggal dengan hal yang mengganjal. Tepat dihadapan Sarah kecil saat itu, ayah ku terbaring lemas di lantai dengan pisau di tangannya. Polisi mengatakan dia membunuh dirinya sendiri, namun ayah ku bukan lah tipe b******n seperti itu! satu bukti kuat lagi aku menemukan sepotong kertas dengan tulisan darah terlihat jelas disana nama berengsek Tiger terpampang jelas! Aku yang masih kecil mencoba untuk mengatakan semua hal janggal itu pada polisi, namun entah karena aku yang masih kecil atau karena aku tidak memiliki kekuasaan semua polisi tidak ada yang mendengarkan ku” gerutu Sarah mengepalkan tangannya kuat kuat Sarah menatapi Fay yang kini dibiarkan oleh kedua teman bar nya duduk di kursi “Banyak peluang yang bisa gue lihat setelah melihat kedua lelaki serakah itu menyukai mu Fay. Kau tahu? Belasan tahun itu juga aku menjadi seorang pembunuh kecil yang selalu membantu para pembunuh bayaran. Hahh semua ku lakukan untuk membuat Sarah kuat dan suatu saat bisa membunuh pembunuh ayahku sebenarnya! Dan kasus ayah ku terbongkar suatu saat! Jadi maafkan aku Fay jika pada akhirnya kamu akan masuk ke dalam masalah ku ini, kau harus membantu ku!” pikir nya lagi Mereka kemudian mengganti baju Fay dengan dress merah seksi dengan paksa, mereka juga menghias Fay secantik mungkin. Fay melawan namun kekuatannya sangat tidak cukup kali ini, dia pun hanya menangis dan tangisannya itu tentu membuat make up nya luntur. “Hey! Jangan menangis! Dasar lebay” teriak Angel yang kemudian hendak menamparnya dengan keras, Fay refleks menutup matanya perlahan. Namun Sarah dari belakang segera menghentikannya “Hentikan!” ujarnya dengan nada datar “Sarah! Apa apan sih? Dia itu menyebalkan! So suci banget jadi cewek ketakutan lama lama juga dia terbiasa ko kerja disini” gerutu Angel menatapi Sarah tidak percaya Fay menatapi Sarah sendu “Terima kasih” ucapnya dalam hati “Gak usah so soan merasa di tolong ya! Saya disini Cuma engga mau bikin pak Joe nanti marah ke kami karena kamu babak belur!” jelas Sarah kini menatapi Fay dengan tatapan tajam Cloe memukul tangan Angele pelan “Bener tuh kata Sarah, kalau dia babak belur bagaimana pak Joe mau enak lihat wajah dia!” gerutunya “Heem bener juga” senyum Angele menatapi Fay Ia kemudian mendekat pada Fay “Ahh maaf ya, wanita bayaran pak Joe” senyumnya dengan nada yang di sopan sopankan “Engga, tol-tolong! To-tolong bantuin saya, saya engga mau!” lirih Fay menatapi semua nya takut Semuanya mengabaikan apa yang Fay katakan dan melanjutkan merias Fay secantik dan seseksi mungkin untuk tampil di hadapan Joe adik sang Boss di tempat ini. ***** Sementara itu di kediaman Tiger… Tamara yang merupakan ibu Tiger terlihat bersama dengan seorang gadis yang berpakaian serba mewah dan glamor. Tamara sudah berusia 55 tahun itu masih sangat aktif dalam menjalankan aktifitas sehari harinya. Kematian suaminya terkadang membuatnya sedih namun di sisi lain juga banyak kebencian terhadap mendiang suaminya itu. Mengingat ada istri ke dua di rumah tangga keduanya dan hak Joe yang jauh lebih besar di banding dengan Tiger yang merupakan anak pertama dari pernikahan pertama Barra. Baginya suaminya yang sudah wafat itu seharusnya tidak meninggalkan luka dua kali lipat seperti ini padanya. Di sampingnya ada seorang gadis bernama Rose Cardille yang merupakan teman sejak kecilnya Tiger yang berbeda dua tahun dari Tiger ya! Artinya Rose seusia dengan Joe. Pertemanan mereka di mulai dimana kedua keluarga dengan jalan bisnis yang sama sama gelap membuat kedua anak mereka juga berteman dengan sangat baik, sejak dulu Rose kecil sudah menganggap Tiger sebagai pacarnya mengingat Rose yang masih kecil sudah melihat drama drama romantic dan pertama kali melihat Tiger dia langsung jatuh hati. Perasaan itu berlangsung terus menerus sampai sekarang. Rose dan Tiger kecil juga di kenalkan langsung pada Joe yang masih kecil oleh Barra ayah kandung Tiger dan Joe. Sejak pertama di pertemukan dengan Joe tentunya reaksi Tiger berubah drastis di tambah bumbu bumbu penambah benci dari Tamara ibunya sendiri, saat itu pun juga Rose juga ikut membenci Joe karena Tiger. Tiger dan Joe tumbuh dengan segala persaingan yang ada di hidupnya, Rose berperan penting sebagai orang yang membantu Tiger namun Joe? Dia kesayangan Barra di setiap persaingan Joe yang dominan memenangkannya. “Tante, Rose masih belum mengerti kenapa Tiger masih belum memahaminya” bisik Rose tepat di telinga Tamara Tamara hanya tersenyum tipis “Dia masih polos soal perasaan cinta Rose, bersabarlah sedikit!” ujarnya yang lalu meminum jus dengan gaya santainya “Heem, Rose hanya jealous jika melihat Tiger terus terusan memainkan wanita tiap malam!” lirihnya Tamara menatap ke arah lantai atas “Sttt ada Tiger” ujarnya terdengar berbisik pada Rose “Ah benarkah?” senyum Rose merekah kini menatapi ke lantai atas Hubungan antara Tamara dan Rose sebenarnya sangat terlihat baik dari luar padahal aslinya keduanya sering menjatuhkan satu sama lain dan selalu bersaing untuk memutuskan apa apa yang terbaik untuk Tiger, keduanya sangat sering menggunakan orang orang untuk melindungi Tiger dalam hal apapun. “Mom? Ada Rose juga ternyata?” ujar Tiger yang baru turun dari sana dengan senyuman tipis pada keduanya Tamara tersenyum menatapi Tiger kemudian kembali menatap Rose “Ya kan katanya malam ini Rose mau minta kamu buat anter dia ke party temennya gak papa?”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD