Sudah menemukan perbedaan

1761 Words
Hate you, think you are a piece of crap in my life. Face to face hate each other between us. I don't know who you are, I feel like I want to be close to destroying you~Hidden Carel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,meruntuki kejadian tadi siang yang membuat kepala nya ingin pecah saja. Bukan hanya malu tapi ini menyangkut harga diri dari seorang Carel Alexanderz, Benar-benar memalukan. Menerobos jalanan yang tidak terlalu ramai selama beberapa menit hingga akhirnya memutuskan untuk singgah di Cafe tempatnya biasa nongkrong bersama para sahabatnya. Tapi kali ini hanya Carel seorang sendiri dengan segudang bahan pikiran yang menggeludak. Flashback...... "Gue kasih Lo kesempatan untuk minta maaf sama gue, sebelum gue bertindak lebih jauh dari ini," Seorang cowok tinggi memerintah. Menatap lawan bicaranya yang sedari menatap nya dengan pandangan binggung. Andai saja Carel telah memahami arti tatapan ini mungkin kejadiannya tidak akan seribet ini. Berkali-kali gadis itu menatap Carel dan teman-temannya bergantian,mengingat bagaimana dua manusia berwatakan ambigu menariknya dengan paksa dari perpustakaan dan membawanya kesini. Yang membuat nya binggung adalah sikap mereka yang berubah seakan-akan Clayrin baru saja melakukan kesalahan besar pada mereka. Rasanya semua baik-baik saja tapi kenapa mereka bertanya seolah kesalahan itu sangat fatal? Apa Clayrin melakukan kesalahan? Clayrin menghela nafas pelan,mengambil tempat di samping cowok yang menolak menatap nya sedari tadi lalu memegang bahu cowok itu sambil menepis senyum tipis sehingga menampilkan cacat indah dikedua pipi nya. "Kamu udah pulang? Gimana kabarnya?" Clayrin sedikit tersentak saat Carel menepis tangan nya kasar,menatapnya dengan tatapan datar yang terlihat menyeramkan, tidak seperti biasanya. Tidak ada kelembutan disana, Clayrin menjadi sangat bingung. "Ga usah sok polos Lo!! Lo bukan Clayrin yang gue kenal," Decis nya. " Puas Lo!! Kalau bukan karena Clayrin ogah gue nolongin Lo,asal Lo tau itu!" Bentak Carel kasar. Tidak sependek kalimat yang sering dia lontarkan kepada siapa saja. "Mak--" "Lo puas? Cewek kasar kayak Lo ga pantas menjadi kembaran dari Clayrin," lagi, Carel memotong ucapan Clayrin. "Kamu ngomong apa sih? Dari tadi ga jelas banget," Clayrin sudah habis kesabaran. " Nyuruh aku minta maaf, marah-marah ga jelas,nerocos panjang lebar. Aku ga ngerti sama apa yang kamu omongin tau nggak!!" Kesal Clayrin lalu bangkit dari tempatnya. "Emang kita pernah ketemu lagi? Bukannya kamu baru pulang?" Clayrin balik melontarkan pertanyaan ketika Carel sudah mulai kembali ke dalam kesadarannya. "Kamu nenangin diri aja dulu,jangan temuin aku dalam kondisi aneh itu karena aku ga suka," Clayrin pergi dari tempat itu meninggalkan Carel dengan sejuta rasa bersalah. Jangan tanya dengan Carel,cowok itu sedari menganga lebar ketika Clayrin sudah pergi jauh dari mereka. Menatap ketiga sahabat nya yang menyaksikan kejadian memalukan barusan,dengan cepat ketiganya mengalihkan pandangannya. "Orang itu bukan kembaran dari Clayrin melainkan Clayrin itu sendiri," "CAKRA!! DAFA!! MARVA!" KABUR...... Kembali pada Ingatannya, saat ini Carel sedang menghela nafas berat entah sudah kesekian kalinya. Ingatkan Carel untuk menghabisi ketiga manusia bodoh itu!! Carel memintanya membawa kembaran dari Clayrin bukan Clayrin. Sekarang bagaimana caranya meminta maaf kepada Clayrin karena bahkan untuk menatap wajahnya saja Carel benar-benar malu. Beban pikiran Carel malah semakin menumpuk, ketiga sahabatnya itu memang tidak berguna. Clayrin pasti marah padanya,bagaimana bisa Carel tenang dengan hal ini. Menghela nafas berat,menikmati semilir angin malam yang menenangkan untuk sesaat. Ingat, hanya sesaat. Sedikit bercerita,Cafe yang sudah lama tidak Carel kunjungi semenjak masa pertukaran pelajar ini samasekali tidak ada yang perubahan,masih sama karena rasa nyaman untuk mereka yang ingin menenangkan diri tidak ada yang berubah. Saat lelaki itu sibuk dengan khayalan nya tiba-tiba Carel menangkap sosok yang tidak asing. Rambutnya yang di kucir, langkahnya yang sigap dalam setiap hal yang dia lakukan--- orang itu tampak tak asing untuk Carel. "Clayrin?" Seperti nya dunia memang berpihak padanya saat ini. Ayolah, kenapa harus hari ini? Carel belum siap mental untuk bertemu bahkan untuk berbicara. Sejak dulu gadis itu memang mampu membuat nya menjadi seorang yang tidak berdaya. Begitulah bucinn nya Carel diciptakan oleh Allah SWT. Carel menunduk kan kepalanya,menjadikan buku sebagai perantara tatapan nya. Sejenak Carel berpikir ke alam sadarnya "Kenapa Clayrin bekerja? Bukankah Clayrin terlahir dari keluarga terpandang?" Menghilangkan rasa jenuh nya, Carel akhirnya sadar bahwa apa dia lakukan ini salah. Berlari dari kenyataan bukan karakter Carel!! Carel itu lelaki sejati. Akhirnya berniat untuk menemui gadis Clayrin dan meluruskan segalanya. Ya! Lebih cepat akan lebih baik daripada nanti tidak bisa tertidur semalaman. "Hai?" Gadis dengan topi merah yang identik dengan nya segera berbalik mendengar suara panggilan. Pandangan keduanya beradu, hingga salah satu dari mereka segera memutuskan. "Masih kurang huh?" Satu pertanyaan yang membuat dua alis bertautan di tengah-tengah pengunjung yang semakin ramai saja. "Kalau mau balas dendam lain hari aja deh,gue sibuk---Bye" "Dia adalah orang yang sama!!" Carel menarik tangan gadis itu sebelum kaki nya hendak melangkah pergi,membawa gadis itu ke sudut ruangan yang sedikit sepi hanya untuk menghajar gadis itu. Sungguh Carel sangat geram. Cleyrin yang terkejut dengan genggaman yang spontan membuat nya pasrah,mengikuti arah langkah Carel hingga terasa dorongan cukup keras dari Carel,Untung saja Cleyrin bisa menyeimbangkan tubuhnya. Gadis itu tersudutkan di dinding. "Maksud Lo apa huh?" Cleyrin mendorong bahu cowok itu,tatapan tajam terlihat jelas . Berbeda dengan Carel yang malah diam memperhatikan gadis itu dari atas hingga bawah,mencari perbedaan yang signifikan, jangan sampai salah target lagi. "Masih kurang huh?" Cleyrin kembali bersuara. Menggulung lengan baju nya hendak melakukan aksinya kembali. Sebelum berhasil kaki nya terlebih dahulu ditahan, membuat nya hampir oleng jika Carel tidak segera melepaskannya. "Tidak salah lagi," Ucap Carel pelan tetapi masih dapat didengar oleh Cleyrin. "Cari masalah Lo sama gue,hah! Ma---" "Shutt...." Ucap Carel terhenti,meletakan jari telunjuknya di bibir tipis Cleyrin, membuat gadis itu bungkam seketika. "Gue mau Lo minta maaf sama gue, hanya itu." Bisik Carel. "Maksud Lo apa! Harusnya Lo yang minta maaf sama gue,enak aja kalau ngomong," Cleyrin mendorong bahu cowok itu dengan jari telunjuknya, bersamaan dengan itu ia mundur. Jarak itu terlalu dekat, bagaimana jika ada pelanggan Cafe yang ingin ke toilet dan melihat ini, bisa-bisa mereka akan salah paham dan mencap Cafe buruk dan lebih parahnya lagi Cleyrin bisa di pecat. Cleyrin tidak mau hal buruk itu terjadi. "Kerjaan gue banyak,minggir Lo!!" "Gue mau Lo minta maaf sama gue," Ucapan itu kembali terdengar dengan intonasi yang lebih tepat nya sangat memaksa. "Maaf. Puas Lo!" Cleyrin menyerah. Bukan karena takut tapi karena Cleyrin hanya tidak mau memperpanjang masalah. Cleyrin bisa membalasnya lain hari tapi tidak disini. Biarkan hari ini lelaki itu menang. PLAK... Cleyrin menampar wajah mulus itu ketika merasakan lengannya semakin di tekan. Lelaki itu benar-benar tidak punya hati, hari ini Cleyrin berani mencap bahwa lelaki itu adalah lelaki yang tidak pantas mendapatkan pasangan. Dia sangat kasar. "Lepas!" Merasa sudah cukup membuat gadis itu kesakitan, Carel akhirnya melepaskan cengkeramannya. Sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya. "Gue tunggu sampai kerjaan Lo selesai, pemanasan baru saja kita lakukan," Ucap nya lalu pergi. ****** "Main game mulu dek," Clayrin yang baru selesai mengerjakan tugas nya turun ke lantai satu ketika mendapati Adik nya duduk di sofa menikmati pertunjukan di balik layar ponselnya. Tidak ada respon, Garel masih sibuk dengan ponselnya. Clayrin hanya diam, mengelus puncak kepala Garel lembut. "Tidur ya dek, udah malem lho," Ucap Clayrin setelah beberapa saat. "Nanti matanya rusak kalau main game terus," sambung Clayrin saat Garel masih terus mengabaikannya. "Aku nungguin kak Cleyrin, aku ga bisa tidur kalau ga ada kak Cleyrin," Ucap Garel pelan. "Yaudah tidurnya sama kakak saja ya," Tawar Clayrin. "Engak ah! kakak ga asik," Tolak Garel cepat. Clayrin hanya menggeleng-geleng kepalanya. Entah kenapa ada rasa sesak di dadanya walaupun ucapan Garel hanyalah sebuah candaan. Apa Garel membenci nya? Jika iya, Clayrin akan merasa bersalah di seumur hidupnya. "Tapi kak Cleyrin nya pulang lama,emang kamu ga ngantuk,huh? Sama kakak aja ya, nanti kakak bacain dongeng," Clayrin masih memaksa. "Enggak kak, Garel ga suka dibacain dongeng. Kakak pikir Garel masih kecil apa? Yaudah deh, Garel nunggu kak Cleyrin di kamar aja,kakak nyebelin,bye." Kesal Garel lalu pergi meninggalkan Clayrin. Clayrin mengusap air mata nya yang mengalir entah sejak kapan, hatinya semakin sesak saja. Bagaimana caranya Clayrin bisa memperbaiki hubungannya dengan seorang anak kecil yang dewasa sebelum waktunya? Sungguh Garel membencinya bukan? "Maafin kakak Garel, maafin kakak ngerebut semua yang harusnya adalah hak kamu," ********* "Sebenarnya mau Lo itu apa sih? Harus berapa kali gue ngomong MAAF MAAF DAN MAAF? Lo ga malu? Posisi Lo disini bagaikan seorang cowok gila yang ngemis kata MAA," Umpat Cleyrin. "Mending Lo pulang deh,gue ga bisa nyebut kata MAAF untuk keseratus kali nya lagi, cukup sembilan puluh sembilan kali," Sambung Cleyrin. Cleyrin menekan setiap perkataannya,rasanya jenuh bagaikan dililit hutang Cleyrin harus berurusan dengan orang yang sedari tak kunjung membiarkannya pergi. 15 menit sudah berlalu sekarang. Acuh tak acuh, Carel masih sibuk menautkan alisnya. Bersandar pada dinding Cafe dengan tangan menyilang didepan d**a. Pandangannya tak lepas dari Cleyrin, mencari celah di sana. Carel tak akan menyerah sebelum dia mendapatkan nya. Ciptaan Tuhan ini memang tidak ada duanya. Carel tidak dapat menemukan perbedaan antara Clayrin dan orang yang benar-benar mirip dengan Clayrin ini. "Jangan bergerak," Lagi dan lagi Carel menghentikan langkah Cleyrin yang ingin segera pergi. Cleyrin menghentak-hentakkan kakinya kesal. Ingin rasanya menghabisi nyawa orang yang membuat darah tinggi nya naik sekarang. Cleyrin belum mengisi perutnya sedari siang, suara keroyokan dari dalam yang meminta untuk segera diisi membuat tubuhnya tidak sekuat tadi pagi, sangat tidak baik untuk menghajar cowok yang sekarang mengemis kata MAAF. "Maaf Tuan,bisa saya segera pergi dari hadapan anda sekarang--hmm?" Suaranya dibuat semanis mungkin. Senyum terpaksa dari nya semakin melebar,berharap orang gila itu segera mengizinkan nya pergi. Carel tersentak kecil, tubuhnya tidak lagi bersandar di dinding melainkan menghadang semakin mendekati Cleyrin. Takjub dengan apa yang baru saja di lihatnya. Cleyrin memundurkan tubuhnya perlahan,menutup kedua matanya saat sudah merasakan hembusan nafas berat dari seseorang didepannya itu. "Kenapa Lo?" Pertanyaan itu membuat Cleyrin kembali membuka matanya perlahan. Cowok yang hampir membuat jantung nya pindah ke kantung empedu itu sudah kembali ke posisi awalnya yaitu bersandar di dinding Cafe. "Gue mau pulang Bye!" "Nama Lo siapa? "Cleyrin," "Gue antar pulang," "Ga usah, gue gak butuh bantuan Lo. Ga usah sok peduli, masalah kita belum selesai," Cleyrin malah memancing "Lo pikir gue nganter Lo karena gue peduli? Dan masalah kita selesai sampai disini setelah semua kekacauan yang Lo buat,Lo sadar kan?" Carel balik bertanya. "Yaudah kita selesain besok," Cleyrin balik menantang. Tidak peduli, Carel memilih pergi ke parkiran yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka mengobrol. Memasang helm nya kemudian meng gas motornya. "Naik," Acuh tak acuh Cleyrin malah melewati Carel dengan santainya. "Gue bantuin Lo karena Lo adalah saudara dari cewek yang gue suka. Ga lebih," Suara samar terdengar dari balik helm, mengikuti langkah Cleyrin dengan motornya. Cleyrin tertawa hambar seketika. "Gue bawa motor," Ucap Cleyrin tidak kalah telak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD