Bab 22 - POV Sisy

1057 Words

POV SISY Aku sudah bersiap sejak pagi, menunggu seseorang datang menjemputku. Semalam dia sudah memutuskan untuk mengantarku ke dokter kandungan pilihannya. Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki itu, aku tidak bisa menebaknya. Mungkin dia tidak percaya menerima kabar kehamilan dariku, atau memang dia bahagia. Tapi pilihan kedua itu tidak mungkin, dua bulan terakhir ini dia selalu menjaga jarak denganku. Sejak kejadian di rumah sakit waktu itu, jujur hatiku sakit. Dengan entengnya dia meyakinkan pada istrinya kalau dia tak ada hubungan apa pun denganku. Dasar lelaki, setelah manis sepah dibuang. Aku merasa sangat tidak berharga waktu itu, seperti seorang wanita rendahan. Dibuang begitu saja setelah dia melakukan semuanya kepadaku. Tidak semudah itu untuk melepaskannya, rasa sakit ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD