Sehari sebelum Meira ke rumah Brahm. Malam hari saat Brahm sedang melepas penat di hotel sambil menunggu pesanan makan malamnya tiba, Meira mengirimkan sebuah foto kepada Brahm dan membuat berhasil menarik perhatian laki-laki itu sampai menghubunginya. “Apa maksudmu engan foto itu!” Ketusnya kasar. “Kenapa, Sayang? Padahal aku cuma ngirim foto itu asal-asalan loh. Memangnya ada yang salah yah?” “Darimana kamu mendapatkan foto itu!” “Aku mau kita bertemu, datang ke apartemenku malam ini yah, aku ingin kita melewati malam seperti dulu lagi, Brahm. Sekalian bahas soal foto itu, aku juga ngak ngerti maksud kamu loh.” Ucap Meira berpura-pura dengan nada meledek. “Jangan ngaco kamu! Aku tidak sudi menuruti kemauan gilamu.” “Oke, kalau begitu foto ini akan aku beritahukan pada istrimu, dia

