Bab 76. Menenangkan Diri

1913 Words

Untuk pertama kalinya dalam hidup, Brahm merasa dunianya telah hancur. Bahkan saat mendengar berita kecelakaan dan meninggalnya orangtua Brahm, hatinya tidak sehancur ini. Brahm terduduk lemas di ruang kerja, diam dalam pandangan matanya yang kosong, hanya tetesan bening sesekali mengalir di pelupuk mata iyu.. Menyesali semua yang dilakukannya, mulai dari perkataan pedas, hinaan, makian, sampai kelakuan bengis tidak terpuji yang dilakukannya kapada Karina. Rasa menyesal menghinggapinya karena membiarkan Karina pergi dari rumah ini. Tidak seharusnya ia melakukan hal seperti tadi, merasa dirinya bagai monster yang kini ditakuti oleh Karina. Beberapa saat kemudian pelayan yang sedang membersihkan kamar tidur Brahm yang porak poranda karena amukan amarahnya. Pelayan itu keluar terburu-buru d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD