Clark merunduk memikirkan jalan keluar yang semakin hari semakin terasa buntu. Satu per satu orang-orang bayaran ataupun anak buahnya menghilang tanpa jejak. Keberadaannya dalam sel terisolasi ini membuatnya tidak mampu bergerak untuk mengendalikan situasi di luar. Putus asa tanpa jalan keluar membuat Clark frustasi. Wajahnya sudah tidak secerah dan seangkuh saat dirinya baru memasuki sel ini. “Argh! Siall!” Nasibnya semakin tragis, kemarin seorang pengacara menemuiya. Namun bukan pengacara yang biasa menangani segala kasusnya. Melainkan pengacara dari lembaga bantuan hukum Negara yang ditunjuk untuk membujuknya mau bekerja sama dan menyerah. Awalnya Clark masih bertindak arogan dan memaki pengacara itu dan meminta hak menelpon seseorang. Namun, ditolak oleh kepala rumah tahanan sampai

