Di jalan menuju kantor, Karina yang baru pertama kali merasakan fasilitas berkendara dengan supir duduk di kursi belakang dengan senyum yang tidak lepas sedari tadi. Bahkan perasaan kecewa dan benci akan nasib yang menimpanya beberapa hari lalu, menguap begitu saja bersamaan dengan perlakuan manis Brahm kepadanya. Dalam perjalanan, Karina masih mencoba mencari tahu alasan dibalik Charles tega melakukan ini semua kepadanya. Selain itu, Karina juga merasa ada yang janggal dengan sikap Brahm yang begitu menginginkan dirinya, padahal dirinya sudah mempunyai istri. ‘Aku senang dengan perlakuan Brahm,mungkin aku harus mulai belajar mencintainya, karena sekarangpun aku mulai bisa menerimanya. Aneh memang, bagaimana mungkin dia yang tidak ku kenal, ku benci, menjauhkan ku dari Charles dapat mer

