Wajah Vina terlihat memendam kekhawatiran sejak menerima telefon dari mama-nya yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan dirinya. Apalagi mengingat alasan dirinya pergi dari rumah karena tidak ingin terus mendengar makian dari sang mama dan kakak-nya. Meninggalnya papa Vina memang memberikan pukulan berat bagi keluarga Vina. Saking serius berpikir sampai tidak menyadari kehadiran Charles yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya. Hubungan Vina dan Charles memang semakin akrab, hanya saja belum ada pernyataan cinta dari Charles ataupun sebaliknya. Mereka hanya saling memberi perhatian, terkadang makan malam bersama tanpa direncanakan. Sampai Charles mengibaskan telapak tangannya di depan wajah Vina barulah lamunannya terpecah. “Eh, Bapak. Maaf saya jadi melamun. Ada apa?” “Iyah aku

