Ingin rasanya Karina menertawakan kelucuan Brahm saat bangun tidur. Mengigau dan mengira dirinya adalah sebuah ilusi. Mungkin kalau hatinya seperti dulu saat semuanya baik-baik saja, ia akan tertawa geli dan memberikan berjuta kecupan di seluruh wajah Brahm.. Sedangkan sekarang, Karina hanya dapat memendam rasa yang menggelitik dirinya untuk tertawa namun berusaha ditahannya, berusaha membuat raut wajahnya sedatar mungkin.. “Tadi kamu mengigau.” Hanya itu yang berani diucapkan Karina. Tidak mungkin kan menjawab memang benar dirinya yang saat ini berada di samping Brahm. “Oh yah?” Apa yang sedang Brahm lakukan saat ini seperti sebuah kewajaran tanpa rasa canggung sedikitpun, bahkan kedua lengannya yang sedang memeluk Karina juga tidak disadarinya. “Kalau tahu tangan kamu bakal meluk beg

