Brahm tidak terima melihat kedekatan Karina dengan Pak Clark, walaupun untuk urusan kantor. Tatapan Pak Clark terhadap Karina yang membuat Brahm selalu merasa emosi melihat keduanya berada dalam satu ruangan. Hatinya selalu memanas setiap kali melihat tatapan laki-laki yang mendamba istrinya itu. “Aku ngak suka kamu dekat sama tua Bangka itu. Kamu ngerti ngak!” Ketus Brahm dengan nafas memburu. Belum sempat Karina membela diri, bibirnya sudah diterkam kembali oleh Brahm. Kedua tangannya bekerja membuka pakaian Karina secara paksa dan kasar. Bahkan membuat kancing blouse Karina lepas, begitu pula engan kaitan rok A-line yang dipakainya ikut terlepas karena ditarik paksa. “Aku ngak selingkuh, Brahm. Kami benar-benar mengurus proyek kantor, ada sekretarisnya juga yang menemani kami. Aw! Br

