Brahm mengurai rambut Karina dan memindahkannya ke belakang telinga. “Kamu itu seperti magnet. Wajah cantik, sifat kamu yang polos dan tulus membuat siapapun yang mengenal kamu akan selalu ingin untuk berdekatan sama kamu. Kamu sadari itu?” Dengan polosnya Karina menggeleng tidak mengerti. “Tapi aku ngak menggoda siapapun, bagaimana mungkin seperti itu. Aku juga bukan siapapun, hanya perempuan biasa saja.” “Apa belum cukup dengan usaha Charles dan Pak Clark yang selalu berusaha mencari celah untuk bertemu sama kamu selama ini? Belum lagi tatapan mata pria lain di luar sana yang menatap kamu dengan pikiran kotor mereka.” “Tapi cuma kamu yang boleh dekat sama aku. Yang lain ngak aku ijinkan. Kamu percaya kan sama aku?” “Hem.” “Brahm!” Desah Karina karena Brahm sedang mencumbu lehernya d

