"Semudah itu?" Chris tersenyum simpul, duduk di atas kursi kerjanya yang nyaman dengan sandaran yang lebar sambil mendengar Dikta menyampaikan beberapa hal yang ia tunggu. "Sepertinya mereka memang sedang membutuhkan suntikan dana." Dikta kembali memberikan argumen yang menurut Chris tepat. "Dan lagi, Ibu Almira sepertinya tidak ingat kepada Anda meski pertengkaran waktu itu, cukup ramai." Pria itu menganggukkan kepala, dana yang ia tawarkan kepada PT Aji Kreasi memang nilainya besar dan wajar saja kalau suami dari Almira menerima dengan baik tawaran tersebut lagipula perempuan seperti Almira itu pasti hanya bisa menghamburkan uang saja daripada ikut campur dalam mencarinya. Chris membuang napas seraya merubah posisi duduk yang membuatnya lebih nyaman, kedua siku ia sandarkan pada meja

