Rindu mengambil langkah mundur, mencoba menjauh dari seseorang yang baru saja dilihatnya, anehnya ia kecewa, ada perasaan nyeri tapi ka tahu bukan karena cinta, ia tidak mencintai pria itu namun ekspektasinya yang selalu mengatakan bahwa Derren setidaknya setia dan mencintai dirinya. Rindu salah memang. Gadis itu pulang kembali ke kamar kosnya, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata. Isi kepalanya kosong namun ia suka sekali melakukannya perlu waktu beberapa detik saja sampai kemudian Rindu terperanjat bangkit dari posisinya. Matanya fokus menatap ke depan meski tidak ada objek apa pun di sana, ia kemudian mengangguk pelan sambil tersenyum tipis, ada sesuatu yang ia rencanakan meski perlu usaha yang sedikit besar untuk membuat hal itu berhasil, tapi Rindu harus menco

