Sachi terbengong sembari mempelajari gerak-gerik Akira. Sampai waktu Akira menoleh, dia belum bisa mengira apa yang membuat suaminya itu sangat marah. "Dia mengambil ranselku!" "Oh?" Sachi rasa, jika cuma ransel, Akira tidak perlu semarah ini kan. Palingan apa, sih. Yang bisa dimiliki pria pengangguran sepertinya. Hanya Sachi masih memiliki kesopanan untuk tidak mengatakan langsung fikirannya. "Dan di dalam sana ada uang darimu!" Matanya kini melotot tajam. Dia jadi tau kalau Akira tadi baru saja mencairkan dana--biaya tambahan di luar pernikahan--darinya. Sachi jadi murka. Bukan hal mudah dia mencari uang dan sekarang secepat itu raib di depan matanya tanpa dia bisa melakukan apapun. Itu saja Akira tidak cerita dia juga mengambil uang simpanan pribadi. Akira memang berniat tidak

