Persoalan dengan sarikat tenaga kerja benar-benar menyita waktu Alvin. Membuatnya tidak bisa pulang ke Jakarta sesering yang dia mau. Meidina sendiri juga tidak terlalu menuntut Alvin soal itu. Justru Alvin sendirilah yang suka muring-muring tidak jelas. Hal itu membuat Meidina justru geli sendiri melihat kelakuan suaminya sendiri yang mirip seorang anak baru gede sedang jatuh cinta cinta. Sayangnya Alvin bukan sedang jatuh cinta pada istrinya, melainkan pada putri semata wayangnya yang semakin hari makin menggemaskan. "Sepertinya beberapa minggu ke depan aku bakal jarang pulang lagi, Mei," curhat Alvin saat menghabiskan waktu malam minggu di rumah saja dengan Meidina. "Ya nggak apa-apa kalau memang untuk urusan pekerjaan," jawab Meidina tenang. Pandangannya lurus menatap kolam ikan di

