Sesampainya di rumah orang tuanya di Bukittinggi, Meidina mulai menjalankan acara adat menjelang akad nikahnya dua hari lagi. Nama acara adat itu adalah babako babaki. Acara adat ini isinya pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita, yang disebut bako, ingin memperlihatkan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara ini berlangsung beberapa hari sebelum acara akad nikah. Keluarga dari abak Meidina datang membawa berbagai macam hantaran. Perlengkapan yang disertakan biasanya berupa sirih lengkap (sebagai kepala adat), nasi kuning singgang ayam (makanan adat), barang-barang yang diperlukan calon mempelai wanita (seperangkat busana, perhiasan emas, lauk-pauk, baik yang sudah dimasak maupun yang masih mentah, kue-kue dan sebagainya). Sesuai tradisi, calon m

