40.

1659 Words

Ketika mematut dirinya di depan cermin meja rias, Alvin menghela napas dan memikirkan harus bersikap bagaimana dalam menghadapi Dastan di kantor nanti. Dia jarang berselisih paham dengan Dastan, hubungan pertemanannya dengan Dastan selama ini lurus saja, jauh dari kata ribut, berbeda dengan Fandi. Kalau dengan Fandi sudah beberapa kali terlibat pertengkaran, tapi tidak lama. Paling lama juga dua sampai tiga hari tidak saling tegur sapa. Apalagi kesalahan Alvin kali ini cukup parah menurutnya, karena sudah mengganggu perempuan-perempuan yang paling disayangi sahabatnya itu. Dan Alvin tahu sahabatnya sangat membenci hal itu. "Lagi ngelamunin apa?" tanya Meidina saat melihat suaminya itu duduk di kursi rias dengan wajah penuh pikiran. Alvin tidak menjawab hanya tersenyum tipis. Meidina me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD