59.

1572 Words

Setelah melaksanakan solat di sepertiga malam, tiba-tiba saja Meidina diserang kantuk luar biasa, untuk beranjak dari sajadah saja dia tak sanggup lalu memutuskan untuk tidur sejenak di atasnya. Sambil menunggu subuh, begitu pikir Meidina. Samar-samar Meidina mendengar suara tangisan bayi dalam tidurnya. Namun karena kondisinya terlampau mengantuk, Meidina tidak sanggup untuk membuka kedua matanya. Tidak berselang lama Meidina merasa ada yang menepuk pinggulnya beberapa kali. "Mei! Mei! Kok tidur di bawah?" Dalam tidur lelapnya Meidina merasa ada suara Alvin sedang berusaha membangunkannya. Namun Meidina masih enggan membuka kedua matanya. Detik berikutnya Meidina merasakan tubuhnya seperti terasa melayang. Dia mulai membuka matanya secara perlahan. Seseorang sedang menggendongnya. Mei

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD