66.

1569 Words

“Janny ngidam apa lagi, Fan?” tanya Alvin saat Fandi meneleponnya. Saat ini Alvin sedang dalam perjalanan pulang dari Cianjur hendak kembali ke Jakarta. “Asinan bogor yang kudu dibeli di Bogor,” jawab Fandi lesu. “Kenapa nggak lo ajak sekalian aja itu Janny pindah ke Bogor?” “Ide bagus tuh,” seru Dastan dari balik punggung Fandi. “Cerdas kan gue,” balas Alvin. “Ayolah, Al. Titip tolong belikan asinan bogor, dong. Tar jastipnya lo yang atur deh.” “Gue nggak lewat Bogor, Fan.” “Ya kan bisa belok dikit. Bensinnya gue ganti deh.” “Ngapain? Bensin gue tinggal ngeklaim ini,” balas Alvin setelah tertawa terlebih dahulu. “Gue beliin stroller yang pakek remot deh entar buat anak lo.” “Nggak sekalian aja jet pribadi kayak punya Sandra Dewi, Pak,” celetuk Dastan. “Gue laporin Ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD