Bukan harta, bukan jabatan, bukan kedudukan dan segala apa yang ada pada dirimu yang mampu meluluhkan hatiku.. ~~~ Selama perjalanan kembali ke Jakarta, Alvin lebih banyak diam. Apalagi dia memang harus berkonsentrasi penuh terhadap laju mobil yang tengah ia kendarai, karena jalanan sore ini sangat padat. Mengingat hari ini adalah hari Minggu dan semua orang yang telah menghabiskan weekend-nya di luar kota Jakarta sedang berlomba-lomba untuk segera kembali ke rumah masing-masing. "Persiapan pernikahan kita gimana Mei?" Alvin yang sedari tadi diam tiba-tiba bersuara. Kedua pipi Meidina terasa hangat mendengar Alvin melontarkan kata-kata 'pernikahan kita'. Entahlah, kenapa bisa begitu. Meidina berusaha sebisa mungkin menutupi wajah meronanya dengan berpura-pura mencari sesuat

