Meskipun Gika sudah menerima Kaviar sebagai kekasihnya, tetapi tidak ada debaran di dadànya ketika pria itu memberikan perhatian lebih untuknya. Gika hanya merasakan perasaan biasa saja sebagai seorang teman pada Kaviar, tidak lebih. Namun, tidak mungkin Gika mengatakan hal yang sebenarnya pada Kaviar, ia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan berusaha untuk menerima Kaviar. Mengharapkan seseorang yang bahkan tidak mencintainya hanya membuatnya sakit saja, Gika tidak ingin rasa sakit itu kembali terulang. Daripada rasa sakit itu semakin besar, lebih baik ia menyerah. Toh, ia sudah pernah berjuang sebelumnya, tetapi perjuangannya sama sekali tidak dianggap. Lantas bukankah hal wajar kalau ia saat ini menyerah? Kaviar : Sayang, hari ini kamu ada waktu nggak? Gika bahkan mer
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


