104.Benci tapi Rindu

2917 Words

"Are you okay?"tanya Max mengagetkan lamunananku. Aku menghela nafas pelan. "Kalo aku bilang aku baik baik aja,kamu pasti gak percaya.Yang pasti saat ini perasaanku berkecambuk"kataku pelan setia menatap ke luar jendela mobil. "Pantas kamu gagal move on.Cowok semajestic itu memang sulit untuk di lupakan"kata Max sambil tertawa. "Karena itu juga Katerine tak pernah merasa terancam denganku.Nino lebih keren daripada kamu"godaku. Max terbahak. "Fine aku menyerah kalah.Aku mah siapa bila kau bandingkan dengan cowok tampan tadi.Aku terlalu tua untuk bersaing.Jadi aku cukup tau diri"jawab Max Aku gantian tertawa. "Wow suprised me,kamu yang selalu punya tingkat kepercayaan tinggi tiba tiba merasa seperti ini"ledekku. Max tiba tiba berubah serius. "Aku rasa kau mesti bergerak cepat kalo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD