107.Kampret Menang

2948 Words

Aku pandangi jendela kamarku dengan rasa sakit yang kembali mendera.Sedang apa Nino sekarang?.Apa dia pergi dengan Febry?.Kalo aku tak lagi ingin kembali,kenapa aku merasa sesedih ini.Nino bahkan tidak menghubungiku atau berusaha menjelaskan.Apa mereka bertemu kembali saat reuni beberapa waktu lalu?. Aku ingin menghubunginya tapi aku takut,lagian aku mesti ngomong apa?,bilang sama dia kalo aku marah?,atau bahkan cemburu?.Oh...no...ga mungkin.Bisa bisa dia ge er.Lagian dia pikir aku pacaran dengan Max.Bisa jadi malah dia berpikir aku jalang,yang udah punya pacar tapi mau juga sama dia.Udah cukup dia berpikir kalo aku perempuan tidak setia,masa mesti di tambah dengan perempuan murahan juga.Tapi....setiap kita ketemu pasti aku luluh dan pasrah di sentuh dia.aku menghela nafas pelan.Memang ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD