110.Ngambek

2480 Words

Keesokan harinya aku bergegas ke kantor Nino.Dia terlihat sibuk menatap gulungan gambar proyek waktu aku datang, "Ada apa bu?"tanyanya menyadari kehadiranku di tengah ruangan kantornya. "Sama kaya kamu,mastiin handphonemu ga rusak!"jawabku. "Handphone saya gak kenapa napa bu!,cuma gak ada pulsa sama quota juga jadi gak bisa balas hubungin ibu pas saya gak sibuk!"jawabnya. Aku tertawa mendengar jawabannya,mana mungkin sekelas CEO gak punya pulsa dan quota. "Fiks kamu mgambek!"ledekku. Dia hanya menggeleng pelan lalu menyeret kursi kerjanya lalu mulai meneruskan pekerjaan "INO IH!"protesku kesal. Dia menghela nafas "Apa lagi bu?!"tanyanya. Aku menghela nafas kasar. "Kamu kenapa?"tanyaku. "Aku kenapa kenapa juga kamu sekarang gak perduli sama aku!"jawabnya. "Siapa bilang?"tanyaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD