Karena semua yang tampak terlihat palsu. Pun yang nyata terlihat semu. *** "Nath, bangun woi! Kalau mau tidur sana di rumah!" Merasakan ada yang mengguncang bahunya, Nathan menegakkan badan lalu mengucek matanya yang merah. "Ren." Reno yang duduk di sampingnya memandang bingung. "Lo kenapa lagi sih? Gak biasanya tidur sembarang tempat kayak gini. Bukannya lagi ada kelas ya?" Nathan hanya mengangguk lesu. "Gue di usir sama Pak Seno." "Lah, kenapa? Lo buat masalah di kelas?" "Gue gak sengaja buat keributan tadi," lirihnya nelangsa, "ah, udahlah lupain!" Keduanya terdiam beberapa saat, Reno yang tahu bahwa sahabatnya sedang tidak baik-baik saja memilih bungkam. Nathan akan cerita sendiri nanti. "Ren!" panggil Nathan yang dibalas deheman. "Dinda, dia pernah bilang sesuatu sama lo?" R

