Jengah

1015 Words

Gadis itu membuka pagar rumahnya dan mendapati sosok sang kekasih sudah duduk di atas sepeda motornya. Kebetulan setelah mereka resmi balikan, Nathan melarangnya membawa kendaraan dan menawarinya untuk berangkat dan pulang bersama. Sebenarnya Dinda sempat keberatan karena jarak tempat mereka magang cukup jauh, tapi Nathan yang bersikeras ingin menikmati waktu berdua membuatnya menyerah. "Pagi, pacarnya aku!" sapaan hangat Nathan membuatnya terkekeh. Dinda mendekat lalu membalas ucapan lelaki itu. "Pagi juga, Nath!" Nathan tersenyum dan mengusap rambut kekasihnya penuh sayang. "Makin cantik aja pac-" "Masih pagi, gak usah gombal!" potong Dinda memakai helm yang dibawanya dari rumah. Kebetulan benda pelindung kepala tersebut sengaja dibelikan Nathan tepat satu hari setelah mereka balik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD