"Me?" tanyaku sambil mengangkat jari telunjuk yang mengarah pada diriku sendiri. "Yes! What's your name?" "My name is Stella," jawabku. "Stella? What a beautiful name," puji laki-laki itu. "So, how about you, Stella?" Aku tak langsung menjawab. Terlebih dahulu aku merangkai kata-kata dalam bahasa Inggris yang nanti akan kuucapkan untuk menjawab pertanyaannya. Begitu aku telah yakin, dan kata-kata itu telah terangkai dengan baik dan benar, barulah aku mulai mengeluarkan suara. "Actually, there's so much feeling in my head. But the most important feeling is.. I'm so proud of my self, for the first time!" jawabku dengan cepat dan tanpa jeda. "Yes. I agree with you!" timpal presenter itu, setuju dengan ucapanku. "You must be proud. Because you showed us the great performan

