Pagi itu Ayu dikejutkan dengan dering telepon genggamnya. Ia sempat kaget melihat nama yang tertera di layarnya. “Putri?” kata Ayu heran. Tak biasanya Putri menghubunginya lebih dulu. Jika mereka berkomunikasi pun hanya melalui pesan singkat. Ayu terlihat sedikit ragu untuk menekan tombol hijau di layarnya. Beberapa detik Ia memandangi layar teleponnya tanpa bergerak. “Hallo?” kata Ayu akhirnya setelah memutuskan mengangkat teleponnya. Siapa tahu benar-benar penting, kata Ayu dalam hati. “Hallo Ayu…” kata seseorang di ujung telepon. “Saya Ratna, Budhenya Putri.” “Ooh… Iya Budhe?” kata Ayu sedikit ragu karena Ia tahu betul Budhenya yang paling frontal soal harta warisan. “Maaf sebelumnya kalo saya ganggu. Saya terpaksa telepon Ayu. Waktu kemarin Putri sempat bilang kalo Ayu udah kir

