Siang itu Diana pergi ke sekolah Rizal dengan ditemani Ayu setelah proses jual beli rumahnya selesai. Ia ingin sesegera mungkin mengurus pengajuan pindah sekolah untuk Rizal dan mengurus segala sesuatu yang perlu diurus, termasuk pembagian hak waris untuk anak dari istri kedua suaminya. Untuk pertama kalinya Diana menginjakkan kakinya di rumah kakak Siska, rumah yang ditinggali suaminya bersama Siska, istri mudanya dulu. Ada rasa sesak di dadanya ketika Ia memasuki rumah itu, rumah sederhana namun sudah pasti menyimpan banyak memori manis suaminya bersama Siska. Diana berusaha tegar dan menolak memori yang tiba-tiba muncul dalam ingatannya. Ia menarik nafas panjang, berusaha mentralkan perasaannya. Tak perlu ditanya lagi, luka di masa lalunya benar-benar membekas dan menorehkan luka yang

