** Dara melangkah dikoridor seperti biasa, mengunyah perment karet dimulutnya dan telinga tersumpal Earphone yang mengalunkan musik dengan volume yang cukup keras. Ada yang berbeda dengan gadis itu hari ini, tidak ada wajah tenang disana. Hanya wajah menyeramkan dengan tatapan dingin yang begitu menusuk, membuat siapapun yang melihatnya akan mengkeret ditempat. "Dara!" Dara memperlambat langkahnya, malas menoleh mencari tahu asal suara yang baru saja meneriaki namanya dengan cukup keras. "Dara kau benar benar sulit ditemui.." Sunny menyenggol bahu Nana memperingati, menyadari tatapan Dara yang begitu menusuk saat menatap mereka. ".. akhir akhir ini" Lanjut Nana dengan suara pelan, benar saja Dara terlihat cukup mengerikan saat ini. "Apa?" Dara berusaha agar tidak ter

