Part 22

1204 Words

             Dara masih bergelung dibawah selimut tebalnya, ia baru saja terbangun lagi lagi dari mimpi buruknya. Ia mendesah pelan merasakan pening yang mendera kepalanya yang terasa berat juga sekujur tubuhnya yang sulit digerakkan, bahkan tenggorokannya begitu sakit saat ia menelan salivanya. Good. Mungkin tubuhnya terlalu terkejut karna siraman air dingin gadis gadis yang menindasnya kemarin. "Sekarang makan buburmu dan minum obatmu." Pinta Dava meletakkan senampan berisi semangkuk bubur dan segelas air hangat. Tampak beberapa butir obat tergeletak didekatnya. "Terimakaih, Dava." Ucap Dara dengan suaranya yang serak. menatap Dava yang sudah tampak rapih dengan seragam sekolahnya menatap Dara dengan cemas. "Apa aku bolos dulu hari ini?" "Jangan Dava." Daca bergegas membant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD