Part 9

700 Words

         Veron bersenandung pelan menuruni tangga di Mansion mewahnya, ia benar benar senang hari ini setelah kejadian bebarapa hari lalu yang membuatnya kalang kabut. Belum lagi Dara mulai memperlihatkan berbagai ekspresi gadis itu yang terlihat menggemaskan dimatanya. “Ehem!” Veron tersentak, ia melirik Ahraa yang tersenyum menggoda kearahnya dimeja makan. Dimana Ayah dan Ibunya tengah menunggunya untuk makan malam bersama. “Sayang, ayo kemari” Veron bergegas melangkah menuju meja makan dan menarik kursi tepat disamping Ahraa adiknya. “Selamat malam.” Sapa Veron tersenyum simpul membuat Ayah, Ibu dan Adiknya saling melemparkan tatapan. Tidak biasanya pria ini menebar senyuman yang terlihat begitu tulus. Bukan senyum tipis yang biasa digunakan hanya untuk sekedar sopan santun.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD