"Hei... sudah sampai" ucap Kevin seraya mengusap pipi chubby Mila.
Mila membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya, mobil mereka berada disebuah villa di daerah pegunungan.
"Mobil yang lain mana?" tanya Mila.
"Mereka tadi dibelakang mobil kita" ucap Kevin.
"Oh ya sudah yuk masuk, Vin tas kita dibawa masuk" ucap Mila.
"Beres" ucap Kevin.
Kevin membawa masuk ransel yang berisi pakaiannya dan Mila, pakaian yg hanya beberapa lembar saja.
"Non" sapa seorang art yang bekerja di villa itu.
"Hai mba" Mila menjawab sapaan perempuan itu seraya tersenyum kecil.
"Kamarnya sudah saya siapkan kalau mau istirahat dulu" ucap art itu.
"Ya terimakasih, ayo Vin" Mila menarik tangan Kevin menuju salah satu kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka.
Keduanya memasuki kamar, Kevin meletakkan tasnya disudut ruangan itu lalu memeluk Mila dari belakang dan menenggelamkan wajahnya dilekukan leher perempuan itu.
"Kamu mau meniduriku disini?" goda Mila.
"Jangan gila Mil" omel Kevin seraya mengecup dalam leher Mila
"Bercanda kali" tawa Mila.
"Kalau aku seriusin gimana?" ucap Kevin.
"Ih apaan sih, aku cuma bercanda kok" omel Mila
"Dasa cewek edan, bisa-bisanya aku kenal cewek gila kaya kamu" omel Kevin.
"Tapi senangkan kamu..." tawa Mila.
"Iya senanglah, aku jadi gak perlu modus, kamu bahkan menyerahkan diri duluan" tawa Kevin.
"Kiss me" Mila memutar tubuhnya menghadap Kevin dan memejamkan matanya.
Kevin menatap wajah cantik Mila, ia tersenyum melihat kelakuan gila majikannya tersebut.
"Jangan berkelakuan nakal seperti ini saat bersama pria lain, aku khawatir mereka gak akan sanggup menahan gairahnya dan membobol dirimu" ucap Kevin, ia meraih pinggang Mila lalu mencium perempuan itu dengan dalam sambil meremas bokongnya.
Sebuah ciuman panas tercipta, Kevin bahkan sudah melempar Mila ke atas ranjang dan membuka pakaiannya juga pakaian Mila. Ciuman Kevin sudah turun ke d**a Mila ia menenggelamkan wajahnya di antara 2 gunung kembar indah yang dimiliki Mila. Tubuh Mila menggeliat tak karuan menerima serangan menggairahkan dari Kevin.
"Sudah cukup" ucap Mila.
"Ok maafkan aku" ucap Kevin.
Keduanya kini sudah berada di kamar mandi di private poolnya.
---
Kevin dan Mila keluar dari kamar dengan rambutnya yang masih basah, dan diluar kamar sudah ada sahabat Mila yang juga datang bersama pasangan mereka, Catherine dan Adi, Dinda dan Andrew.
"Cieeee... basah nih rambutnya" ledek Adi kekasih Chaterine yang sudah lumayan dekat dengan Mila dan Kevin.
"Ngapain aja lo pada? nyetor lo Vin?" ledek Andrew.
"Sialan lo, mana berani gue sama majikan gue ini" omel Kevin.
"Majikan? majikan yang sebentar lagi jadi cewek lo" tawa Andrew.
"Kenapa gak jadian aja sih kalian, udah nempel banget gini, kemana-mana berdua" ucap Dinda.
"Jadian sama dia? males gue, yang ada tiap hari gue diceramahin terus" ucap Mila.
"Gue juga tau diri kali, mana mungkin gue jadian sama Mila" ucap Kevin.
"Hhh... cape ya nasehatin kalian ini" omel Cathetine.
"Ya sudah yuk, gimana kalau berenang aja" ucap Dinda.
"Kalian ajalah, kami sudah mandi" ucap Kevin.
"Kami pamit ya mau jalan-jalan disekitar sini" ucap Mila.
"Ya hati-hati" ucap Andrew.
---
Mila memeluk erat lengan kekar Kevin dan menyandarkan kepalanya dilengan kekar itu, sementara jemari Kevin kini berada dipangkuan Mila seraya mengusap pahanya, keduanya duduk ditepi jalan sambil menatap indahnya pegunungan, dan sunset dari tempat itu.
"Indah ya Vin" ucap Mila.
"Hm..." ucap Kevin.
"Ih tangannya" omel Mila begitu tangan Kevin meraba pahanya.
"Udah kebiasaan gimana dong" tawa Kevin.
"Gak bisa akunya santai sebentar pasti tuh tangan kamu langsung bermain aja" omel Mila.
"Maaf cantik" tawa Kevin.
"Sudah Vin" omel Mila saat supirnya tersebut semakin nakal.
"Bawel" ucap Kevin, ia kemudian menarik tengkuk Mila dan menciumnya.
Mila tersenyum dan menatap Kevin usai ciuman panjang mereka.
"Kamu semakin berani padaku" ucap Mila.
"Seperti yang kamu bilang kucing dikasih ikan asin mana mungkin menolak, apalagi ikan asinnya semahal kamu" ucap Kevin, ia menarik dagu Mila dan kembali mengecupnya.
"Ciuman dan sentuhan kamu benar-benar candu Vin, aku selalu menginginkannya... tetaplah bersamaku Vin" ucap Mila.
"Ya pasti aku akan selalu berada disamping kamu sampai kamu bosan" ucap Kevin.
Keduanya kembali melanjutkan ciumannya seraya menikmati matahari terbenam. Mila terlihat begitu bahagia di sisi Kevin, ia terlihat menemukan kebahagiaan yang selama ini dicarinya. Dan bersama lelaki itu ia seperti menemukam jalan hidup yang sebenarnya.
Sementara itu Kevin pun merasakan hal yang sama, bukan hanya kenyamanan yang didapatnya bersama Mila namun juga cinta.
♥♥♥