My Driver 15

809 Words
Terkadang sesuatu itu akan jauh lebih berharga setelah kita kehilangannya, dan itulah yang tengah dirasakan Mila saat ini, sudah sebulan sejak kepergian Kevin Mila lebih banyak diam dan melamun. Mila menyesali akan cinta yang tak pernah disadarinya, cinta yang sudah lama tumbug namun baru ia sadari setelah lelaki itu menjauh pergi. Mattew dan Santi menghadiri wisuda kelulusan Mila, Santi membawakan bucket bunga dihari spesial putri tirinya itu. "Selamat sayang, semoga gelar yang kamu raih bisa kamu pakai dikemudian hari" ucap Santi. "Terimakasih tante" ucap Mila dengan lesu, akhir-akhir ini pun Mila seolah tak punya kekuatan lagi untuk membahas ucapan mama tirinya itu. "Berbahagialah sayang, bukankah hari ini hari adalah hari specialmu" ucap Mattew dan Mila hanya menyunggingkan sedikit senyumnya. Tiba dirumahnya Mila segera melepaskan kebaya yang dikenakannya dan berganti dengan baju rumahan, namun tiba-tiba saja Mila merasakan pusing dan tak lama ia sudah tak sadarkan diri. "Ya Tuhan non...non Mila..." teriak salah satu art-nya saat melihat Mila terkapar dilantai. Art tersebut bergegas memanggil majikannya memberitahukan kondisi Mila, Mattew dan Santi pun bergegas menuju kamar putrinya. Mila sudah dipindahkan ke ranjangnya, Santi pun memberikan minyak aroma teraphy agar membuat Mila sadar, sementara itu Mattew sedang menghubungi dokter keluarganya. "Kamu sudah sadar sayang" ucap Santi begitu melihat Mila membuka matanya. "Tante..." "Apa yang kamu rasakan Mil? kenapa kamu pingsan?" tanya Santi. "Pusing tan" ucap Mila. "Pusing? kamu belum makan?" tanya Santi. "Sudah, kan tadi makan bareng sama tante dan papa" ucap Mila sambil memegangi kepalanya yang terasa berat. "Ya sudah kamu berbaringlah sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksamu" ucap Santi. Tak lama Mattew masuk bersama seorang dokter, dokter pun segera memeriksa kondisi Mila. "Bagaimana dok?" tanya Santi. "Mila sakit apa? gak ada yang seriuskan?" tanya Mattew. "Memag tak ada yang serius pak, tapi saat ini mba Mila tengah mengandung calon cucu bapak" ucap dokter. Mendengar apa yang disampaikan dokter Mila terdiam, Santi dan Mattew pun menatap tak percaya pada putrinya. "Hamil? bagaimana mungkin? bukankah waktu itu aku dan Kevin hanya sekali melakukannya?" ucap batin Mila. "Apa maksud dokter Mila hamil?" tanya Mattew. "Ya benar pak, untuk lebih jelasnya pak silahkan periksakan pada dokter kandungan" ucap dokter. "Ya sudah terimakasih, dokter bisa pulanh sekarang" ucap Mattew yang saat ini tengah menahan amarahnya. Begitu dokter pulang Mattew menatap tajam putrinya seolah meminta penjelasan siapa ayah dari anak yang tengah dikandung putrinya itu. "Katakan pada papa siapa ayahnya" teriak Mattew, ia mencengkeram lengan Mila. "Pah jangan seperti ini" omel Santi. "Jangan seperti ini bagaimana mah? anak ini sudah berbuat diluar batas, hamil diluar nikah dan sekarang kita gak tau siapa ayahnya. Gugurkan anak itu Mila, papa gak mau punya cucu dari hasil hubungan harammu" geram Mattew. "Pah jangan keterlaluan, dia calon cucu papa sendiri dan bagaimana pun anak itu tidak bersalah dia tidak tau apa-apa" omel Santi. Melihat pertengkaran papa dan mama tirinya Mila hanya bisa menangis, ia tak sanggup untuk menjawab pertanyaan sang papa. Mattew keluar dari kamar Mila dengan membanting pintu, saat ini hanya ada Santi dan Mila yang ada dikamar itu. "Sayang sudah ya..." ucap Santi ia mengusap air mata yang luruh dipipi Mila. "Mila takut tan... Mila takut papa akan melakukan itu, tante tau sendiri bagaimana papa, papa selalu bisa melakukan hal yang papa inginkan" ucap Mila tersedu. "Kamu tenang saja ya... tante jamin papamu gak akan tega untuk menggugurkan kandunganmu, bagaimana pun ini adalah cucunya" ucap Santi seraya mengusap perut Mila yang masih rata. Mila menatap Santi dan memeluknya, ia tak mampu bersuara namun ia menyesali atas sikap kasarnya selama ini. "Sekarang apa boleh tante bertanya?" tanya Santi. "Ya tan" ucap Mila tersedu. "Siapa ayahnya sayang?" tanya Santi. "Tapi jangan katakan pada papa ya tan, Mila takut papa akan mencarinya dan menyakitinya, biarlah Mila yang menanggung semua ini sendiri" ucap Mila. "Jadi siapa Mil?" tanya Santi lagi. "Kev... Kevin tan..." ucap Mila. "Kevin? Kevin mantan supir kamu?" tanya Santi. "Ya" angguk Mila. "Ya Tuhan Mil? jadi benar selama ini kamu menjalin hubungan dengannya?" tanya Santi. "Gak tan, awalnya kami berhubungan atas dasar kebutuhan tak ada cinta didalamnya namun sekarang setelah dia pergi Mila baru merasakan perasaan Mila yang sebenarnya, Mila mencintai dia" tangis Mila pun pecah dalam pelukan Santi. "Tante janji... tante akan mencari dia Mil, dia harus tau kalau saat ini kamu sedang mengandung benihnya" ucap Santi. "Gak tan jangan, Mila yakin kalau dia tau dia akan datang dan hal itu akan membuat papa murka, tante tau kan bagaimana sifat dan watak papa, Mila gak mau dia disakiti papa" ucap Mila. "Ya Tuhan sayang... kamu harus menanggung semua ini sendirian" ucap Santi. "Biarlah tan, mungkin ini bayaran atas sikap kasar Mila pada tante selama ini" ucap Mila. "Istirahatlah sekarang" ucap Santi, ia mengecup kening Mila sebelum berlalu pergi dari kamar itu. --- Mila duduk dibalkon kamarnya menatap ribuan bintang dilangit. "Andai kamu tau Vin mungkin kamu akan bahagia" ucap Mila seraya mengusap perutnya yang masih rata. ♥♥♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD