Jujur dengan dirinya sendiri adalah langkah awal Demas untuk berdamai dengan keadaan. Sudah tidak ada lagi keinginannya untuk memaksakan Arumi kembali kepadanya. Wajah terakhir Arumi saat menolak Demas, benar-benar nampak seperti orang yang sedang menahan rasa sakit hati yang luar biasa. Akhirnya Demas mengatakan dengan sejujurnya kepada temannya tentang perasaannya selama ini. “Kita semua uda tau, Dem. Kalau loe, emang naksir sama Arumi. Tapi, kita kemarin kenapa ngedesak loe, bukan untuk buat hubungan loe dengan Rumi kacau. Tapi, lebih ke loe supaya mau jujur aja sama diri loe sendiri,” akuh Iwan sambil menepuk-nepuk bahu Demas. “Kenapa, loe nggak minta tolong ke Devara aja, Dem?” usul Vellan. Tentu saja Demas langsung mendengus kesal mendengar usul sahabatnya itu. “Loe, nggak waras y

