BAB 47. Waktu berjalan begitu cepat.

1070 Words

Kedua hati insan manusia pagi ini merasakan desiran sejuk tak kala keduanya kini tengah menikmati angin pantai bersama. Yah, Arumi yang bangun terlebih dahulu berjalan menggunakan piama setnya. Celana pendek dan baju tali satu yang terbuat dari sutra berwarna hitam itu membuat Demas segera turun. Ia menyampirkan jaket panjangnya untuk menutupi tubuh putih Arumi. “Nanti masuk angin,” ucap Demas sambil membungkus tubuh mungil Rumi lalu meremas sedikit kedua bahu Arumi dan mendekatkan hidungnya ke puncak kepala Rumi. Ah, aroma flowers ini selalu saja membuat Demas mabuk kepayang. Ia tidak berani menyentuhnya secara terang-terangan, cukuplah dengan jarak seperti ini untuk sedikit mengobati rasa rindunya. “Uda bangun?” tanya Arumi lalu perlahan melepaskan kedua tangan Demas pada bahunya. “Iy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD