adat

361 Words
Bab 9 Alesaa menatap sang ayah dengan terkejut,ia tidak menyangka minggu depan ia akan menikah, "tapi ayah aku engak kenal atau cinta sama pria itu, pokoknya aku ngak mau" bantah Alessa kepada sang ayah. Adelina menatap sang putri,dengan lembut, "Alessa cinta itu bisa tumbuh di dalam perkhawinan kalian,ibu juga sama ayah seperti itu,kami di jodohkan orang tua,lihat bukti cinta kami", sambil menatap kedua putrinya,"kalian berdua hadir di dalam hidup kami," ucap Adelina kepada Alessa. Alessa yang faham akan ucapan sang ibu, "Baiklah aku akan menikah,seperti yang kalian inginkan"setelah itu Alessa kembali masuk kekamarnya. Alessa mengambil keputusan untuk menikah dengan pilihan orang tuanya,ia berfikir dengan pernikahan itu ia bisa melupakan Remmy dan kenangan-kenangan mereka, lima tahun mereka menjalinkan hubungan bukan muda baginya untuk melupakan semua itu. disisi lain, rombongan keluarga Danish menaiki empat kereta mewah beriringan yang menuju kedesa, Danish yang duduk di belakang supirnya,ia melihat keluar cermin jendela mobil,suasana desa yang tenang, Danish yang memakai seluar hitam dengan tshirt putih polos yang pas di tubuhnya, yang memperlihatkan tatto,di sebelah bahu kiri hingga keatas sikunya yang terukir naga, ia membuat tatto itu semasa ia membuka cabang perusahaan di Jepang,ia pernah menjadi ketua Yakuza disana.sayangnya ia terpaksa hentikan bisnisnya di jepang kerana ayahnya maleeq menyuruhnya pulang untuk mengurus bisnisnya di jakarta. Mereka pergi kedesa,untuk memenuhi permintaan dari pihak pengantin wanita, Ibu Alessa memiliki adat dari keturunannya, yang mana pengantin pria harus memberi gelang kaki yang di perbuat dari emas putih sebelum hari pernikahan tiba,ia juga harus memakaikan sendiri di kaki pengantin wanitanya. "adat baji*gan," gumamnya, sambil menatap gelang kaki yang berada di tangannya,yang ia sudah beli sebelum ia berangkat ke desa wanita itu Selama ini ia tidak pernah melutut dihadapan wanita,malah sebaliknya,para wanita yang akan merayu kepadanya Ia panasaran,seperti apa calon istrinya,"ya hanya gadis Desa,tentu saja tidak cantik".fikirnya "tenang saja, setelah aku mendapatkan warisan itu,akanku singkirkan kau dari keluarga ini,"batin nya Tanpa menyadari,mobil mereka memasuki laman rumah,yang berdesain rumah Desa di perbuat dari kayu. serta ada juga taman di samping rumah yang dihiasi menjadi pelaminan, yang di penuhi bunga-bunga putih dan warna pink dan juga bangku-bangku khas buat tamu-tamu mereka. ia melihat sosok lelaki dan wanita yang paruh baya tersenyum kearah nya. *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD