Bab 3
"ibu ngak mau tau.pokoknya kamu harus menikah sama Pilihan kami."
kata-kata Dalisa yang tegas,membuat semua orang di ruang tamu itu terdiam,
menciptakan keheninggan sebentar.
Danish hanya mampu mendengus kesal kepada sang ibu,kerana telah ikut campur soal hidupnnya, ia terpaksa akur kerena ia ingin memiliki seluruh kekayaan keluarganya.
"baiklah jika itu yang kalian inginkan,aku akan menikah." jawab Danish yang dingin.memperlihatkan rahang nya yang menegang.
"tenang saja,setelah nikah akan ku buat gadis kampungan itu kabur dari keluarga ini,Dasar wanita tidak sadar diri" batin Danish
ia menyalahkan gadis itu,walaupun ia tidak mengenalinya,ia berfikir sahabat ayahnya itu ingin mengambil kesempatan atas keluarga nya.
di sisi lain ,Alessa yang hendak baring di ranjangnya,melirik ke telefon yang berdering memperlihat kan nama ayahnya Farraz.
"hello ayah",sambutnya panggilan itu.
"kenapa ayah telefon malam-malam begini?
apa kalian baik-baik saja disana?"
"kami baik-baik saja disini." ucap sang ayah di seberang sana.
"ayah ingin kamu minta liburan minggu depan."
ia bingung dengan sikap ayahnya,yang meminta ia absent kerja.
"baik ayah,aku akan pulang kekampung minggu depan." tanpa basa basi ia meng eyakan ayahnya yang berada di seberang sana.
setelah perbualan mereka ,ia mematikan panggilan itu,
"tuttt"
setelah mematikan panggilan dari ayahnya,ia mencari nama yang tidak asing itu dan juga ia rindui,Remmy!
remmy adalah pacarnya dari SMA,mereka sudah berpacaran selama lima tahun.berkat remmy lah ia bisa berkerja di perusahaan itu,Remmy berkerja di Perusahaan sama, boss yang sama dengan Alessa, ialah perusahaan milik Danish Daniel.
sejak ahkir-akhir ini pria itu sulit diajak ketemu,ia terlalu sibuk.
bermacam alasan ia beri kepada Alessa,
tapi Alessa mempercayainya, ia selalu berfikir remmy sibuk dengan pekerjaan nya.
"kamu di mana remmy? aku rindu sama kamu," gumamnya sambil menatap nama remmy di telefonnya.
setelah berkali-kali ia hubungi,tapi tidak di angkat.ia mengambil keputusan untuk pergi ke rumah pria itu,rumah pria itu tidak jauh dari tempat ia tinggal
hanya sepuluh minit jika menaiki taxi,
di dalam taxi ,ia merenung keluar jendela dengan tatapan kosong
tidak sadar masa berlalu.ia pun sampai di rumah pria itu.
ia menaiki lif ,lalu menekan butang tingkat lima,setelah menunggu berapa saat,lif terbuka.ia keluar dari lif terus menuju pintu rumah remmy,
ia terus membuka kunci pintu.kerana ia memiliki kunci kedua .sebelum ini ia selalu datang ke rumah itu untuk membantu sang pacar,bersih-bersih.
setelah membuka pintu,ia tidak mendapati remmy di ruang tamu,ia hanya melihat lampu yang di nyalain
yang menandakan remmy ada di rumah.
"Remmy?" panggil Alessa.tiada yang menjawab,lalu ia masuk ke kamar.ia tiadak melihat remmy,tapi ia melihat baju-baju yang berantakan di lantai.
dadanya seperti dihiris melihat baju dalaman wanita yang bukan miliknya
tetapi milik wanita lain.ia kehilangn kendali,ia melangka laju menuju kamar mandi lalu menolak pintu itu,
setelah terbuka luas ia terdengar suara ,"aahh ahhh" melihat remmy sedang menggagahi seorang wanita,di ikuti suara desahan nikmat wanita itu
matanya melebar melihat aksi yang tidak perna ia lihat
keduanya menoleh kearahnya dengan reaksi terkejut," Alessa...." ucap Remmy yang tidak percaya,yang di tangkap basah oleh Alessa sendiri.
Remmy beranjak dari tubuh wanita yang ia sedang gagahi tadi, yang menampakkan kejantanannya yang menjulang dengan penuh hasrat, menatap nya dengan terkejut
sementara wanita itu menatapnya puas, seperti menang catur, kerana berhasil merampas Remmy darinya,
Alessa mematung yang melihat keduanya, tanpa seutas benang di tubuh mereka,
"Alessa aku bisa jelasin "ucap Remmy.
"cukup,aku sudah melihat semuanya aku tidak mau melihat kamu lagi, kita putus."balas Alessa.
Alessa beranjak keluar dari kamar mandi itu, Remmy hendak mengejarnya tapi wanita itu menahannya,sambil tersenyum puas.
*****